Home » berita » Wali Kota Sabang Bertemu Green Energy Geothermal

Wali Kota Sabang Bertemu Green Energy Geothermal

November 5, 2015 2:02 pm Category: berita, Kegiatan Leave a comment A+ / A-

SABANG – Pemerintah Sabang saat ini sedang mengenjot realisasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Jaboi, Sabang, dengan kapasitas 80 MW. PT Sabang Geothermal Energy (SGE) direncanakan akan melakukan pengeboran di empat titik pada awal Desember 2015.“Kami belum memperoleh izin untuk hak tukar pakai lahan hutan dari Kementerian,” kata Nurdin perwakilan PT SGE di Sabang, Selasa (6/10), sebagaimana siaran pers yang diterima Serambi, Rabu (7/10).

“Pemerintah Sabang siap membantu pembebasan lahan termasuk untuk transmisi. Kami yakin Gubernur Aceh mendukung penuh untuk berjalannya proyek geothermal Jaboi,” kata Wali Kota Sabang, Zulkifli H Adam.

Pasca kedatangan Jokowi ke Sabang pada 15 Maret 2015, Pemerintah Kota terus berbenah agar mampu mendukung investasi yang berbondong-bodong ingin masuk ke pulau paling barat Indonesia ini.

Listrik menjadi penghalang utama untuk pengembangan industri maritim, termasuk sektor pariwisata, perikanan dan perkapalan. “Kami membutuhkan listrik yang dapat diandalkan dan tidak sedikit dalam waktu dekat ini,” tambah Zulkifli.

Menurut David Hunter, Direktur Pengembangan Bisnis Green Energy Geothermal (GEG) yang berbasis di London, sebenarnya PLTP Sabang bisa dipacu dalam waktu cepat jika menggunakan teknologi pembangkit di kepala sumur pengeboran.

“GEG punya teknologi Turn-Key Geothermal Well-Head Power-Plant yang sangat dengan potensi panas bumi di Sabang dan dapat dibangun dalam waktu hanya 12 bulan saja,” ucapnya.

Teknologi GEG lebih murah dan tidak harus mengganggu ekosistem kawasan hutan lindung Jaboi. Perusahaan yang mempunyai Pusat Penelitian dan Pengembangan (R&D) di Reykjavic, Islandia, ini, menawarkan agar geothermal Sabang dibangun dengan tahapan sesuai dengan kapasitas setiap sumur.

Kapasitas yang ditawarkan bisa dalam ukuran 3 MW hingga 10 MW yang dapat diletakkan di atas sumur pengeboran langsung. Pembangunan dalam bentuk pembangkit per 10 MW ini dapat dikembangkan bertahap sesuai dengan kemampuan finansial dan potensi panas bumi setempat.

Disamping itu, pembangkit yang terpisah-pisah juga mendukung dan memudahkan dalam pengoperasian dan distribusi listrik nantinya. Jika salah satu pembangkitnya mati, maka pembangkit lain masih bisa tetap hidup.

“Kami siap mendukung pemerintah Sabang, tidak hanya untuk penyediaan listrik di pulau Sabang saja. Kemungkinan GEG bisa membantu PLN untuk memperoleh financing dari UKEF (United Kingdom Export Finance) dalam pembangunan PLTP di Sabang,” kata David.

Fauzi Husin, Kepala Badan Pengolala Kawasan Sabang (BPKS) menyatakan bahwa pengembangan kawasan Sabang sangat ditentukan oleh jalannya proyek PLTP. “Atas bantuan Presiden Jokowi, PLN memang sedang menambah pembangkit diesel yang bisa saling memback-up. Sehingga kebutuhan listrik di kawasan Free Trade Zone Sabang bisa terjamin,” kata Fauzi.

BPKS menginginkan agar GEG juga menjajaki pembangunan grid listrik dengan PLN untuk jaringan bawah laut dari pulau Sabang ke pulau Sumatera untuk mendukung pengembangan kawasan bebas pajak ini.(yos)

Wali Kota Sabang Bertemu Green Energy Geothermal Reviewed by on . SABANG - Pemerintah Sabang saat ini sedang mengenjot realisasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Jaboi, Sabang, dengan kapasitas 80 MW. PT Sabang Geot SABANG - Pemerintah Sabang saat ini sedang mengenjot realisasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Jaboi, Sabang, dengan kapasitas 80 MW. PT Sabang Geot Rating: 0

Leave a Comment

scroll to top